Kista ovarium erat kaitannya dengan rendahnya tingkat kesuburan wanita. Menyusui akan menurunkan resiko kanker/kista ovarium.

 

 

1.    Kista Fungsional

Adalah kista yang terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat fungsi normal haid. Kista normal akan mengecil dan menghilang sendiri dalam kurun waktu 2-3 siklus haid.

Terdapat dua macam kista fungsional : yaitu kista folikular dan kista korpus luteum.

  • Kista Folikuler

Folikel sebagai penyimpan sel telur akan mengeluarkan sel telur pada saat ovulasi dimana ada rangsangan LH (Luteinizing Hormone).

Pengeluaran hormone ini diatur oleh kelenjar hipofisis di otak. Jika semuanya lancar, sel telur akan lepas dan memulai perjalanannya ke saluran tuba fallopi untuk di buahi.

Kista folikuler terbentuk jika lonjakan LH tidak terjadi dan reaksi rantai ovulasi tidak dimulai, sehingga folikel tidak pecah bahkan terus tumbuh sehingga menjadi kista. Kista folikuler biasanya tidak berbahaya, tidak menimbulkan nyeri dan akan hilang dengan sendirinya antara siklus haid 2-3 siklus haid.

  • Kista Korpus Luteum

Kista ini terjadi jika ada lonjakan LH dan terjadi proses pelepasan sel telur. Kemudian folikel menghasilkan hormone estrogen dan progesterone dalam jumlah besar sebagai persiapan untuk pemuahan. Jika sel telur keluar, kista ini tetap berkumpul di dalam dan kadang membesar.

Tapi biasanya kista ini akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, tapi pada kasus lain kista ini dapat tumbuh dengan diameter hingga 4 inci (10 cm), yg berpotensi terjadinya pendarahan atau mendesak ovarium sehingga menimbulkan rasa nyeri pada panggul atau perut. Jika kista ini berisi darah, kista dapat pecah dan terjadi pendarahan internal dengan nyeri yang tajam dan tiba-tiba.

2.    Kista Dermoid

Kista dermoid ini merupakan kista ovarium yang berisi aneka macam jaringan. Misalnya jaringan rambut, kuku, kulit gigi dan lain-lain. Kista dermoid kadang sudah ada sejak bayi dilahirkan. Kista dermoid tergantung pada individu masing-masing pada perkembangannya ada yang mengecil, mongering tapi ada juga yang malah membesar. Jika membesar akan menimbulkan nyeri.

3.    Kista Endometriosis

Kista jenis ini terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan yang mirip selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista.

Kista ini sering disebut kista coklat endometriosis karena berisi darah merah kecoklatan. Keluhan yang dirasakan biasanya nyeri haid dan nyeri saat berhubungan badan.

4.    Kista Denoma

Kista Denoma berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium dan bersifat jinak. Kista ini dapat tumbuh menjadi besar dan menimbulkan rasa nyeri.

5.    Polikistik Ovarium

Polikistik ovarium artinya banyak terdapat kista pada ovarium yang terbentuk dari kista folikel sehingga menyebabkan ovarium menebal. Ini disebabkan oleh adanya gangguan hormonal. Terutama hormone androgen yang berlebihan.

Kista ini menyebabkan ovarium menebal dan membuat lapisan luar ovarium menjadi tebal sehingga dapat menghalangi ovulasi yang merupakan salah satu masalah  infertilitas.

By evialfadhl

About these ads