Siapa yang tidak kenal dengan kangkung? Kangkung sangat populer dalam kuliner Nusantara. Dari mulai restoran Cina sampai warung kaki lima. Selama ini di kalangan masyarakat sudah melekat bahwa kangkung menyebabkan kantuk. Tapi, benarkah makan kangkung dapat menyebabkan ngantuk?

Tanaman Kangkung

Kangkung termasuk family Convolvulaceae atau keluarga kangkung-kangkungan. Kangkung atau Swam Cabbage, Water convovulus dan Water spinach adalah tanaman yang tumbuh dengan cepat dan bisa di panen dalam waktu satu sampai satu setengah bulan sejak jadi benih. Apabila pucuk dipetik, cabang dari tepi daun akan tumbuh lagi dan dapat dipanen setiap tujuh sampai sepuluh hari. Kangkung dapat tumbuh pada lumpur, rawa-rawa, parit bahkan terapung di atas air.

Kangkung pada awalnya berasal dari India kemudian menyebar ke Malaysia, Burma, Indonesia, Cina Selatan, Australia dan Negara Afrika. Di Indonesia sendiri kangkung banyak ditanam di pulau Jawa, Merauke, Papua dan Aceh.

Jenis kangkung

  • Kangkung darat (Ipomea reptans),

Atau yang biasa disebut kangkung Cina. Kangkung darat memiliki bunga yang putih bersih, batang dan daunnya lebih kecil daripada kangkung air, warna batangnya putih kehijau-hijauan. Kangkung darat menghasilkan biji yang lebih banyak.

  • Kangkung air (Ipomea aquatica),

Yang tumbuh secara alami di sawah, rawa atau parit. Kangkung air memiliki bunga berwarna putih kemerah-merahan, batang dan daunnya lebih besar dari pada kangkung darat dan warna batangnya lebih hijau. Kangkung air memiliki biji yang sedikit, oleh karena itu kangkung air diperbanyak dengan cara di stek.

Kandungan gizi dalam kangkung

Bagian tanaman kangkung yang penting adalah bagian bagian batang muda dan bagian pucuk-pucuknya sebagai bahan sayur mayor. Kangkung memiliki kandungan gizi yang cukup tingi, selain mengandung vitamin A, B1 dan C, juga mengandung protein, serta mineral seperti zat besi yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan.

Kangkung memiliki rasa manis dan tawar, bersifat sejuk. Dengan afinitas ke meridian usus besar dan lambung. Kangkung memiliki sifat menenangkan dan menyejukkan.

Efek farmakologis :

  • Antitoksik (anti-racun), dapat dimanfaatkan untuk kasus keracunan

  • Antidang (anti-inflamasi)

  • Peluruh kencing (diuretik)

  • Menghentikan pendarahan (hemostatik)

  • Sedative (obat tidur)

Kandungan Gizi Kangkung dan Kangkung Olahhh per 100 gram bahan

Kandungan

Kangkung

Kangkung Kukus

Kangkung Rebus

Energi (Kkal)

28

30

22

Protein (gram)

3.4

3.2

2.5

Lemak (gram)

0.7

0.7

0.6

Karbohidrat (gram)

3.9

4.7

3.1

Serat (gram)

2.0

1.8

1.2

Kalsium (mg)

67

70

50

Fosfor (mg)

54

49

51

Besi (mg)

2.3

4.4

3.5

Vit A (S.I)

0

0

0

Vit B (mg)

0.07

0.03

0.01

Vit C (mg)

17.0

11.0

13.0

Air (gram)

91.0

90.4

93.0

Sumber : Daftar Komposisi Zat Gizi Pangan Indonesia, Depkes RI 1995

Manfaat Kandungan Kangkung untuk Kesehatan :

  • Serat,

Bermanfaat untuk mengikat asam empedu dan kolesterol serta membawanya keluar bersama feses.

  • Zat besi,

Kangkung memiliki zat besi yang tinggi. Bermanfaat bagi wanita yang sedang menstruasi. Disamping itu zat besi dapat meningkatkan konsentrasi otak menjadi meningkat, karena konsentrasi sel darah merah meningkat sehingga aliran oksigen ke otakpun maksimal.

  • Klorofil,

Warna hijau daun pada kangkung erat kaitannya dengan karoten. Semakin hijau daunnya semakin tinggi karotennya. Bermanfaat sebagai anti-kanker, khususnya kanker kulit dan kanker paru.

Disamping itu kangkung juga berkhasiat untuk mengatasi mimisan, haid terlalu banyak, sakit gigi, disuria (susit buang air kecil), keracunan makanan, kencing berdarah, anyang-anyangan, sakit perut, wasir berdarah, ketombe, bahkan untuk obat luar seperti bisul, radang kulit yang bernanah bahkan kapalan.

Cara Mengolah Kangkung

Kangkung yang berkualitas baik adalah daun berwarna cerah (belum menguning), warna tidak buram, kondisinya masih segar, bersih dan daun tidak terlalu tua.

Kangkung yang telah diolah sebaiknya tidak dikonsumsi lagi lagi jika telah bermalam. Hal ini karena kangkung mengandung zat perokside yang bersifat merusak, aktifitas perokside akan meningkat jika terdapat kandungan zat besi (dalam kangkung). Ditambah kandungan lemak dalam daun akan mempercepat aktivitas enzim tersebut.

Sebelum dikonsumsi kangkung sebaiknya dicuci sampai bersih, bagian daun dan batang yang sudah tua sebaiknya di buang. Mengolah kangkung sebaiknya jangan terlalu lama dan terlalu panas, karena akan merusak zat gizi yang terkandung di dalamnya.

Kangkung dengan mitos membuat ngantuk

Mitos yang berkembang di masyarakat adalah makan kangkung akan menjadi ngantuk. Hal ini memang belum terbukti secara ilmiah. Memang kangkung mengandung komponen kimia yang bersifat sedative, yang membuat pikiran menjadi lebih relaks dan tenang sehingga berpotensi menjadi ngantuk.

Akan tetapi reaksi kantuk setelah mengkonsumsi kangkung pada setiap orangnya berbeda-beda, tergantung kondisi/respon tubuh orang yang mengkonsumsinya. Ada yang makan tiga sendok kangkung sudah mengantuk dan ada juga yang makan satu mangkuk kangkung masih segar bugar, tiada kantuk sedikitpun.

Makanan-makanan lainpun yang mengandung Omega-3, kalsium, selenium, seng, magnesium, asam folat dan asam lemak dan vitamin B komplek berpotensi membuat orang tertidur tenang. Bahkan mengkonsumsi karbohidratpun mempunyai efek menenangkan.

Efek ngantuk setelah makan kangkung tidak usah terlalu dikhawatirkan, bandingkan dengan manfaatnya yang lebih besar.

“Selamat menikmati hidangan kangkung”

Sumber bacaan : Rubrik redaksi Gizi dan Kesehatan asuhan Dra. Emma. S Wirakusumah, Msc. Ahli Gizi dan Kuliner. Koki edisi 00162 November 2009.
About these ads