Segala puji bagi Allah, Rabb sekalian makhluk. Semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada Nabi yang paling mulia, penutup para Nabi, Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, kepada sanak keluarga, dan para sahabat beliau. Amma ba’du
Penyakit ada dua macam. Penyakit jasmani dan penyakit rohani. Berkenaan dengan penyakit jasmani, Allah berfirman :
“Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit” QS. An-Nur : 61
Yang berkaitan dengan penyakit jasmani pengobatannya ada tiga : yaitu menjaga kesehatan, menjaga tubuh dari unsur-unsur yang berbahaya, dan mengeluarkan unsur-unsur yang berbahaya itu dari tubuh.
Yang kedua adalah penyakit rohani (jiwa/hati). Sebenarnya penyakit ini akumulasi dari berbagai penyakit yang banyak sekali jenisnya. Penyakit hati sendiri terbagi menjadi dua, yaitu penyakit syahwat dan penyakit syubhat. Salah satu penyakit hati seperti ; Ujub, Riya’, takabbur, sombong, iri hati, dendam dan sebagainya.
“Kesembuhan bisa diperoleh dengan tiga cara : Dengan meminum madu, dengan pembekaman, dengan al-kayy (besi panas), dan aku melarang umatku (menggunakan) pengobatan dengan besi panas” (dikeluarkan oleh Ibnu Majah, Ahmad dan Al-Bazzar)
Dengan adanya blog ini saya harapkan dapat memberikan kemudahan bagi sahabat semua untuk mendapatkan pencerahan mengenai Thibbun Nabawi serta berbagai macam ilmu terapi lainnya.
Isi dari blog saya ada diambil dari beberapa sumber, antara lain dari blog teman-teman dan juga berupa tulisan saya yang di ambil dari berbagai buku dan sumber.. juga berdasarkan pengetahuan yang saya dapatkan.
Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika banyak sekali kekurangan dan kekeliruan mohon untuk di beritahukan, sehingga saya bisa memperbaikinya.
Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh
“Semua Ilmu milik Allah bagi siapa saja yang ingin share silahkan..semoga bermanfaat”
Subhanalloh .sebelumnya saya ikut berduka cita Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. apa yang dialami saudariku. ini bukan cuma dialami ibu seorang sudak banyak walau tidak terdata secara jelas kami sering mendapatkan info,keuhan dari pasein saya .
Saya mengutip tulisan temannya saya BpK Andreas yang konsisten terhadapa penyembuhan Natural emberian resep obat dari dokter harusnya bermanfaat, aman, risikonya sedikit dan disesuaikan dengan keuangan pasien. Tapi diketahui 50 persen obat yang diberikan dokter baik di rumah sakit maupun puskesmas tidak sesuai atau irasional.
Obat merupakan salah satu kebutuhan esensial manusia terutama jika sedang sakit. Namun masyarakat sebaiknya waspada jika obat yang diresepkan tidak sesuai atau tidak rasional.
“Sekitar 50 persen resep yang diberikan tidak sesuai, hal ini membuat biaya terbuang karena obat yang diberikan tidak efektif,” ujar Prof Iwan Dwiprahasto, guru besar Farmakologi UGM dalam acara Workshop Jurnalis Kesehatan di Gedung FISIP UI, Depok, sabtu (26/3/2011).
Prof Iwan menuturkan terkadang dokter memberikan resep obat yang banyak, karena tiap gejala yang timbul diberi obat misalnya gejala yang timbul batuk, pilek, sakit kepala maka diberikan satu obat untuk masing-masing gejala tersebut.
“Tujuan dari peresepan harusnya bermanfaat, aman, terjangkau, risikonya sedikit atau minimal, mengurangi pengeluaran dan juga disesuaikan dengan keuangan pasien atau keluarganya,” ujar Prof Iwan dari Bagian Farmakologi dam Terapi/Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit FK-UGM/RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
Prof Irwan menjelaskan dalam memberikan resep sebaiknya tepat diagnosis, tepat indikasi, tepat jenis dosis, tepat cara penggunaan dan lamanya pengobatan, tepat informasi serta tepat dengan kondisi pasien.
Salah satu pemberian resep yang tidak irasional adalah memberikan antibiotik untuk penyakit yang tidak sesuai. Dr Sharad Adhikary selaku perwakilan WHO di Indonesia menyatakan tahun 2005 ditemukan bahwa 50 persen resep di Puskesmas dan rumah sakit di Indonesia mengandung antibiotik.
Sedangkan survei nasional tahun 2009 menemukan bahwa antibiotik yang diresepkan ini untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus seperti diare akut dan selesma (flu), sebenarnya yang tidak membutuhkan antibiotik untuk pengobatannya.
Penggunaan obat yang tidak rasional atau berlebihan ini tentunya meningkatkan biaya layanan kesehatan. Selain itu terkadang pasien tidak diberikan pilihan obat yang akan dikonsumsinya, sehingga ia hanya bisa menerima resep obat apapun yang diberikannya. Misalnya pada beberapa kasus kadang ditemukan lebih dari satu antibiotik dalam resep obat.
“Peresepan obat yang irasional termasuk dalam pemberian indikasi yang tidak jelas, meresepkan obat yang terlalu banyak serta tulisan resep yang kadang bisa disalahartikan,” ujar Prof Iwan.
Prof Iwan menuturkan karena itu diperlukan upaya untuk melindungi masyarakat dari risiko penggunaan obat yang keliru, seperti melakukan seleksi obat, memberikan obat generik serta melihat bentuk obat mana yang dibutuhkan oleh pasien.
assalamu’alaikum teh
ternyata kita berguru ke guru yang sama ya teh, saya nia dicibiru, teh web nya keren, gimana caranya? bikin sendiri ato dibikinin. pengen doong punya web kayak teh evi. add fb saya ya di bundarazifa@yahoo.com
nuhun
aslm.wr.wb.
mau dong belajar banyak dari teh evi. saya yuli dari permata biru. saya bener2 pengen belajar banyak ttg thibunnabawi, tp karena sy pnya 2 balita jd blm memungkinkan untuk belajar lgs di RSI. Mdh2an t’evi bs menjadi guru sy meski cm lwt internet, alhamdulillah sy jg udh pnya no telf tth.
wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokaatuh..
Alhamdulillah teh Yuli, memperluas tali silaturahmi ya teh..insya Allah mari kita sama – sama belajar..karena saya juga masih harus belajar dan terus belajar..:) insya Allah semoga nanti ada waktu yang lebih luang sehingga bisa gabung di LKP Rumah Sehat Iqra teh, insya Allah Mei membuka pendaftaran untuk kelas baru.
"Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau sedang menunggu hari perhitungan amal, yang baik maupun yang buruk. Maka jangan engkau meremehkan sebuah kebaikan, walaupun kecil namun jika engkau melihatnya nanti maka engkau akan bergembira. Dan jangan engkau meremehkan sebuah dosa, walaupun kecil, namun jika engkau melihatnya nanti maka engkau akan bersedih" (Al-Hasan Al-Bashry)
10 responses to “salam sapa dari evialfadhl”
luah faridah
April 4th, 2011 at 04:37
alhamdulillah teh evi moga dgn ini jadi manfaat buat orang banyak, dan pengalaman yang bisa diambil ibrohnya oleh siapapun. “Maju Terus teh….!!!”
T.Guharto
April 5th, 2011 at 06:53
Subhanalloh .sebelumnya saya ikut berduka cita Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. apa yang dialami saudariku. ini bukan cuma dialami ibu seorang sudak banyak walau tidak terdata secara jelas kami sering mendapatkan info,keuhan dari pasein saya .
emberian resep obat dari dokter harusnya bermanfaat, aman, risikonya sedikit dan disesuaikan dengan keuangan pasien. Tapi diketahui 50 persen obat yang diberikan dokter baik di rumah sakit maupun puskesmas tidak sesuai atau irasional.
Saya mengutip tulisan temannya saya BpK Andreas yang konsisten terhadapa penyembuhan Natural
Obat merupakan salah satu kebutuhan esensial manusia terutama jika sedang sakit. Namun masyarakat sebaiknya waspada jika obat yang diresepkan tidak sesuai atau tidak rasional.
“Sekitar 50 persen resep yang diberikan tidak sesuai, hal ini membuat biaya terbuang karena obat yang diberikan tidak efektif,” ujar Prof Iwan Dwiprahasto, guru besar Farmakologi UGM dalam acara Workshop Jurnalis Kesehatan di Gedung FISIP UI, Depok, sabtu (26/3/2011).
Prof Iwan menuturkan terkadang dokter memberikan resep obat yang banyak, karena tiap gejala yang timbul diberi obat misalnya gejala yang timbul batuk, pilek, sakit kepala maka diberikan satu obat untuk masing-masing gejala tersebut.
“Tujuan dari peresepan harusnya bermanfaat, aman, terjangkau, risikonya sedikit atau minimal, mengurangi pengeluaran dan juga disesuaikan dengan keuangan pasien atau keluarganya,” ujar Prof Iwan dari Bagian Farmakologi dam Terapi/Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit FK-UGM/RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
Prof Irwan menjelaskan dalam memberikan resep sebaiknya tepat diagnosis, tepat indikasi, tepat jenis dosis, tepat cara penggunaan dan lamanya pengobatan, tepat informasi serta tepat dengan kondisi pasien.
Salah satu pemberian resep yang tidak irasional adalah memberikan antibiotik untuk penyakit yang tidak sesuai. Dr Sharad Adhikary selaku perwakilan WHO di Indonesia menyatakan tahun 2005 ditemukan bahwa 50 persen resep di Puskesmas dan rumah sakit di Indonesia mengandung antibiotik.
Sedangkan survei nasional tahun 2009 menemukan bahwa antibiotik yang diresepkan ini untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus seperti diare akut dan selesma (flu), sebenarnya yang tidak membutuhkan antibiotik untuk pengobatannya.
Penggunaan obat yang tidak rasional atau berlebihan ini tentunya meningkatkan biaya layanan kesehatan. Selain itu terkadang pasien tidak diberikan pilihan obat yang akan dikonsumsinya, sehingga ia hanya bisa menerima resep obat apapun yang diberikannya. Misalnya pada beberapa kasus kadang ditemukan lebih dari satu antibiotik dalam resep obat.
“Peresepan obat yang irasional termasuk dalam pemberian indikasi yang tidak jelas, meresepkan obat yang terlalu banyak serta tulisan resep yang kadang bisa disalahartikan,” ujar Prof Iwan.
Prof Iwan menuturkan karena itu diperlukan upaya untuk melindungi masyarakat dari risiko penggunaan obat yang keliru, seperti melakukan seleksi obat, memberikan obat generik serta melihat bentuk obat mana yang dibutuhkan oleh pasien.
nia
April 6th, 2011 at 06:18
assalamu’alaikum teh
ternyata kita berguru ke guru yang sama ya teh, saya nia dicibiru, teh web nya keren, gimana caranya? bikin sendiri ato dibikinin. pengen doong punya web kayak teh evi. add fb saya ya di bundarazifa@yahoo.com
nuhun
lilisyuniars
June 15th, 2011 at 09:55
Bismillah….Subhanallah, bagus neng…sangat inspiratif…dan memberikan ilmu..Insya Allah jadi bekal kebaikan neng evi …Go a Head
evifadhilah
June 15th, 2011 at 15:43
Wa’alaikumussalam teh Nia..
Iya benar sekali teh Nia..haturnuhun teh Nia..nnt kita belajar bersama teh
evifadhilah
June 15th, 2011 at 15:49
Bismillah..Jazakillahu khoiron katsiron teh atas Ilmu2nya.
Amin yaa Robbal ‘alamin..
evifadhilah
June 15th, 2011 at 15:50
Jazakallohu khoiron katsiron Pak Guh. Sukses selalu untuk Bapak.
evifadhilah
June 15th, 2011 at 15:51
Amin teh Lulu..haturnuhun teh. Insya Allah Ta’ala semoga bermanfaat teh.
yuli
March 10th, 2012 at 13:53
aslm.wr.wb.
mau dong belajar banyak dari teh evi. saya yuli dari permata biru. saya bener2 pengen belajar banyak ttg thibunnabawi, tp karena sy pnya 2 balita jd blm memungkinkan untuk belajar lgs di RSI. Mdh2an t’evi bs menjadi guru sy meski cm lwt internet, alhamdulillah sy jg udh pnya no telf tth.
evifadhilah
March 13th, 2012 at 06:35
wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokaatuh..
Alhamdulillah teh Yuli, memperluas tali silaturahmi ya teh..insya Allah mari kita sama – sama belajar..karena saya juga masih harus belajar dan terus belajar..:) insya Allah semoga nanti ada waktu yang lebih luang sehingga bisa gabung di LKP Rumah Sehat Iqra teh, insya Allah Mei membuka pendaftaran untuk kelas baru.
1 Trackbacks / Pingbacks
Manfaat Buah Sirsak Untuk Pengobatan « evialfadhl December 9th, 2011 at 10:57
[...] : Disini dengan penambahan, by evialfadhl -6.959393 107.660467 Like this:LikeBe the first to like this post. 15 June 2010 [...]