Alkisah, Dian sang peternak lebah sedang memindahkan kotak-kotak lebah ke dalam hutan tanpa dia sadari seekor kalajengking hutan menhadangnya dan tiba-tiba sengatnya yang beracun menghujam kakinya.

Dia sempat panik karena pernah mengalami hal yang sama di lain waktu, yang membuat tubuhnya terasa terbakar. Tanpa berfikir panjang lagi, dia letakkan kotak lebah dan mengambil lebah untuk disengatkan disekitar kakinya yang tersengat kalajengking. Dia berfikir racun dilawan racun, siapa tahu malah sembuh. Ajaibnya  racun sengatan kalajengking tidak merambat kemana-mana hanya disekitar sengatan lebah…. Inilah sebagian kisah suka duka peternak lebah (binaapiari.com) ketika berhadapan dengan ganasnya alam.

Racun yang menyembuhkan, mungkin itu ungkapan yang tepat bagi sengatan lebah. Sejak zaman dahulu racun lebah sudah terbukti kemanjuranya dalam mengatasi rematik, asam urat (encok,gout,pirai), pegal-pegal, sklerosis multiple (penyakit sistem syaraf otak) dan penyakit-penyakit lainnya.

Lembaran papirus di tahun 200SM di mesir mencatat racun lebah atau lebah mati digosokkan pada bagian tubuh yang sakit untuk meredakan nyeri. Penggunaanya kemudian meluas ke Babilonia, Asiria, yunani dan Romawi.

Pada konferensi ke II terapi akupungtur lebah dan apiterapi di Nanjing Cina, WHO mengakui bisa lebah dari jenis lebah apis mellifera sebagai alternatif terapi di bidang pengobatan.

Mengapa bisa lebah begitu istimewa?

Kita ketahui kandungan bisa lebah terdiri dari air dan enzim-enzim seperti fosfolipase A dan hialuronidase, zat melitin, adolapian, apamin dan MCD-peptida. Masing-masing zat tersebut memiliki khasiat dan kegunaanya tersendiri.

Efek anti rematik bisa lebah disebabkan bisa lebah mengandung melitin, adolapin dan MCD-peptida yang berfungsing sebagai anti peradangan.

Dalam dunia kedokteran rematik biasa disembuhkan dengan obat anti peradangan yaitu kortisol yang mempunyai efek samping negatif. Tetapi dengan sengatan lebah, tubuh kita dirangsang untuk memproduksi kortisol sendiri sehingga aman. Kortisol adalah hormon yang mampu menekan proses radang di dalam tubuh.

Di Austria seorang dokter bernama Dr PhilipTerc, mengunakan sengatan lebah selama 40 tahun dalam menyembuhkan penyakit arthritis dengan tingkat keberhasilan 80%.

Terapi lebah sebenarnya bukan hanya sengatan lebah tetapi merupakan kombinasi semua produk lebah seperti madu, bee pollen, royal jelly , propolis dan racun lebah.

Anda takut di sengat lebah, tapi ingin sembuh?

Kabar gembira, ramuan herbal dengan madu juga sudah cukup ampuh menyembuhkan rasa nyeri.

Pada sebuah riset ilmiah terbaru dari Copenhagen University terhadap penderita nyeri atau pembengkakan sendi (Arthritis) dari 200 pasien setelah pasien-pasien tersebut diobati dokter dengan campuran satu sendok madu dan setengah sendok teh bubuk kayu manis sebelum sarapan hasilnya adalah 73 orang di antaranya bebas dari rasa sakit dan setelah sebulan hampir semuanya bisa berjalan lagi tanpa nyeri.

Jika tidak tersedia kayu manis, seduh  jahe dengan air panas dan setelah air jahe agak dingin masukan 2 sendok madu. Selamat menikmati….

Sumber : http://www.binaapiari.com/reumatik-ga-sembuh-sembuh-sengat-lebah-aja/