a) Rona wajah,

Berdasarkan hukum 5 unsur, warna dibagi menjadi 5 yakni:

  • Warna Hijau => Unsur Kayu => Organ Hati (Lv) & Kd. Empedu (Gb).
  • Warna  Merah => Unsur  Api => Organ Jantung (Ht) & Usus Halus (Si), Perikardium (Pc) & Sanjiao (Sj).
  • Warna Kuning => Unsur Tanah => Organ Limpa (Sp) & Lambung (St).
  • Warna Putih => Unsur Logam => Orgfan Paru-paru (Lu) & Usus Besar (Li).
  • Warna Hitam => Unsur Air => Organ Ginjal (Ki) & KKd. Kemih (Bl).

Misalnya  pasien yang memiliki masalah pada jantung warna wajahnya  akan kemerah-merahan, sedangkan pasien penderita TBC wajahnya akan berwarna keputih-putihan. Dan pasien dengan gangguan gagal ginjal akan ditunjukkan oleh warna wajah yang kehitam-hitaman.

Warna normal untuk orang sehat (asia) adalah semu merah bercampur kekuningan, wajah bercahaya segar, kulit muka kebasahan, cukup mengandung lemak, bibir tampak lembab.

Warna primer adalah warna dasar setiap ras manusia, seperti kuning untuk Chinese, sawomatang untuk Asia Tenggara, hitam untuk Negro, Papua dan Aborigin, Putih untuk Eropa, merah untuk ras Indian.

Warna sekunder adalah warna yang timbul karena pengaruh musim. Pergantian musim sepanjang tahun mempengaruhi warna kulit muka.

  • Musim semi ~ warnanya kehijauan
  • Musim panas ~ warnanya kemerahan
  • Musim panas panjang ~ warnanya kekuningan
  • Musim gugur ~ warnanya keputihan
  • Musim dingin ~ warnanya kehitaman

Warna abnormal adalah warna karena reaksi tubuh sehubungan adanya serangan penyakit.

Warna abnormal A adalah warna yang masih mengandung sinar kesegaran dan masih mengikuti hukum persesuaian warna 5 unsur. Misal pasien gangguan hati akan bermuka kehijauan. Warna ini menunjukkan penyakit masih dalam tahapan wajar dan mudah disembuhkan.

Warna abnormal B adalah warna yang tidak lagi memiliki sinar kesegaran, gelap, kering dan tidak mengikuti lagi hukum persesuaian warna 5 unsur karena sudah tertutup warna unsur penindas. Misal pasien gangguan hati yang berwarna keputihan, gelap dan kering.

b) Lidah,

Pemeriksaaan lidah dilakukan pada otot lidah, pergerakan lidah, dan selaput lidah. Teori fenomena organ menyatakan lidah adalah akar jantung, sehingga pergerakan dan otot lidah menunjukkan fungsi jantung. Keadaan lidah dapat menunjukkan kondisi organ cang (Jantung, Paru-paru, Limpa, Lambung, Lever, Ginjal, Kd. Empedu, Kd. Kemih) sesuai daerah lidah yang dikuasai organ bersangkutan.

Lidah dibagi menjadi 4 bagian:

  • Ø Ujung Lidah (1/4 bagian lidah bagian ujung): Menunjukkan organ Jantung
  • Ø Tengah Lidah (2/4 lidah) : Menunjukkan bagian organ Paru-paru
  • Ø Tepi Lidah (di bagian 2/4 lidah): Menunjukkan organ Lever
  • Ø Tengah-tengah Lidah (3/4 bag. lidah) : Menunjukkan organ Limpa dan Lambung
  • Ø Pangkal lidah (4/4 bag.lidah): Menunjukkan organ ginjal, seterusnya Kd. Empedu dan Kd. Kemih

Perubahan otot dan selaput lendir lidah pada daerah bersangkutan menunjukkan keadaan kelainan organ berangkutan. Teori pergerakan 5 unsur yang bertalian dengan warna, hawa udara, dan organ cang/fu menentukan arti kelainan warna dan ketebalan selaput lendir.

Warna kuning pada selaput lendir menunjukkan keadaan panas. Ketebalan selaput lendir menunjukkan beratnya penyakit. Warna lidah normal adalah kemerahan (merah jambu).

Misalnya ujung lidah merah berparit, itu menunjukkan  ada masalah di jantung (Yang Se Jantung). Warna merah dan parit menunjukkan sindrom panas pada jantung.

Jika dari ujung lidah sampai ke pangkal lidah berparit dan berselaput, ini menunjukkan masalah berawal dari jantung => paru-paru => limpa lambung => kd.empedu => kd. Kemih => ginjal. Artinya semua organ sudah bermasalah.