Kanker payudara adalah jenis kanker yang ditakuti oleh kaum wanita terutama mereka yang memiliki anggota keluarga yang terkena kanker payudara namun ada beberapa cara untuk mencegah atau mengurangi resiko terkena kanker ini dengan cara alami yaitu :

  • Olahraga secara teratur
    Berolahraga secara teratur menyebabkan kadar esterogen menurun sehingga dapat mencegah terjadinya kanker payudara.
  • Mengurangi makanan berlemak

Jumlah lemak dan jenis lemak yang dikonsumsi perlu diperhatikan karena ada lemak yang mampu memicu terjadinya kanker payudara yaitu lemak jenuh yang terdapat dalam daging, mentega, makanan yang mengandung susu full cream dan asam lemak dalam margarin. Konsumsi terlalu banyak lemak jenuh membuat kadar esterogen dalam darah meningkat, salah satu penyebab kanker payudara adalah esterogen. Sedangkan lemak yang mampu menurunkan resiko kanker payudara adalah lemak tak jenuh seperti yang terdapat dalam minyak zaitun dan asam lemak omega 3, terdapat pada salmon dan tuna

  • Tidak mengonsumsi daging yang gosong saat dipanggang

Daging yang dimasak dengan jalan dipanggang menghasilkan senyawa karinogenik yaitu amino heterosiklik.

  • Banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan

Dalam sayuran dan buah-buahan banyak mengandung vitamin dan zat makanan yang bersifat antioksidan yaitu zat yang mampu membunuh dan menekan pertumbuhan sel kanker.

  • Mengonsumsi suplemen antioksidan

Suplemen dapat menjadi tambahan makanan yang berfungsi mencegah kanker sekalipun kehadirannya tidak dapat menggantikan posisi sayuran segar dan buah-buahan.

  • Makan banyak makanan berserat

Sayuran dan buah mengandung serat tinggi yang dapat mengikat esterogen dalam pencernaan sehingga kadar esterogen dalam darah berkurang.

  • Makan banyak makanan yang mengandung kedelai

Makanan dari bahan kedelai banyak mengandung fito-esterogen atau esterogen tumbuhan yang dapat mengurangi efek pemicu kanker payudara dan mempercepat keluarnya esterogen dari dalam tubuh.

  • Menghidari alkohol

Alkohol dapat meningkatkan kadar esterogen dalam darah. Sebuah penelitian melaporkan, gadis remaja yang meminum minuman jenis itu kemungkinan memiliki kaitan dengan kanker payudara dalam hidup mereka belakangan. Demikian laporan USA Today akhir pekan lalu dengan mengutip hasil penelitian paling akhir yang disiarkan secara online pekan lalu di jurnal Pediatrics.

Studi tersebut mensurvei 6.899 perempuan yang telah menjadi peserta ketika mereka berusia sembilan sampai 15 tahun, sebagaimana dikutip dari Xinhuanet-OANA.

Penelitian itu mendapati anak perempuan yang meminum paling banyak alkohol selama masa remaja mereka menghadapi kemungkinan lima kali lebih besar untuk terserang “benign breast disease” (BBD) saat mereka memasuki usia dewasa muda dibandingkan dengan mereka yang tak pernah minum atau meminum sedikitnya satu kali dalam sepekan.

  • Banyak mengkonsumsi kacang-kacangan

Seperti kedelai, kacang-kacangan juga banyak mengandung senyawa fito-esterogen

  • Memiliki berat badan ideal

Bertambahnya lemak tubuh membuta kadar esterogen dalam darah juga mengikat.

  • Menghindari xeno-estrogen ( esterogen yang berasal dari luar tubuh )

Xeno-esterogen diduga mampu meningkatkan kadar esterogen dalam darah. Cara menghindarinya adalah dengan mengurangi atau menghindari konsumsi daging, unggas dan susu full cream beserta turunan produknya.

  • Sinar matahari dapat membantu mencegah kanker payudara

Sedikit sinar matahari ( sekitar 20 menit per hari ) dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara karena sinar matahari membantu tubuh membuat vitamin D yang berguna untuk membantu jaringan payudara menyerap kalsium.

  • Tidak merokok dan menjadi perokok pasif

Banyaknya racun yang terkandung dalam rokok mampu memicu meningkatnya resiko kanker payudara.

  • Memberikan ASI

Memberikan ASI kepada buah hati tidak saja membuat buah hati berkembang sempurna dan memilik sistem imun tubuh yang kuat tapi juga membantu ibu untuk terhindar dari kanker payudara.

Menurut peneliti, bila seorang wanita tidak menyusui, jaringan di payudaranya akan kembali seperti pada saat sebelum hamil dan hal ini bisa menyebabkan terjadinya peradangan. Peradangan yang berlangsung sangat progresif diketahui berkaitan dengan kanker payudara.

  • Mempertimbangkan penggunaan terapi pengganti hormon ( HRT )

HRT memiliki fungsi untuk mengurangi resiko penyakit jantung, osteoporosis dan alzheimer’s namun penambahan hormon ke dalam tubuh ini juga mampu menambah resiko terkena kanker payudara.

  • Menghindari Stress

Stress mampu meningkatkan resiko terkena kanker payudara oleh karena itu mulai hari ini hiduplah dengan bahagia.

Kanker Payudara Bagi Remaja Perokok

Program Penis Sehat

Wanita yang saat remaja diketahui menjadi penghisap rokok dikemudian hari akan mengalami resiko yang tinggi terkena kanker payudara. Menurut Dr Janet E Olson dari Mayo Clinic College of Medicine di Rochester Minnesota (AS) mengatakan bahwa resiko kanker payudara dimulai saat sang remaja wanita memutuskan untuk merokok atau tidak.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Olson juga menunjukan bahwa para wanita yang mulai merokok sebelum mengalami kehamilan pertama akan memiliki resiko terkena kanker payudara setelah masa menopause.

Sementara bagi wanita yang mengawali kebiasaan merokok setelah melahirkan anak pertama tidak memiliki kecendrungan terkena kanker payudara bila dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok.

“Hasil penelitian kami menunjukan bahwa kanker payudara bisa dicegah saat wanita memasuki masa remaja,’ jelas Dr. Janet E. Olson.

Dr Olson juga mencataan bahwa target untuk menanggulangi terjadinya kanker payudara pada waniat bisa dicegah saat masih remaja.

Riset juga memberikan hasil yang konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menyebut menunda kehamilan akan menaikan resio terkena kanker payudara.

Alasan utama dari konsistensi ini sangat erat kaitanya dengan perkembangan payudara selama kehamilan dan persalinan dimana biasanya wanita memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi mereka.

“Jika wanita menunda kehamilan maka resiko itu akan semakin besar dan bisa lebih merusak jika dikombinasikan dengan kebiasaan mereak merokok,’ tandas Dr Olson.

Penelitian sebelumnya menyebut bahwa kebiasan merokok akan membuat seorang wanita memiliki resiko terkena kanker payudara setelah masa `postmenopausal`.

Meski untuk yang satu ini masih diperdebatkan karena penelitian lain menyebut tidak ada hubunganya antara merokok dengan resiko kanker payudara.

Dr Olson dan tim melakukan penyelidikan atas data dari `the Iowa Women’s Health Study` dengan kisaran wanita berusia 55 hingga 69 tahun pada tahun 1986 dan kemudian diikuti sampai 1999.

Secara keseluruhan 37,105 wanita diidentifikasi berisiko kanker payudara termasuk 7,095 wanita yang mulai merokok sebelm mereka mengalami kehamilan pertama.

Sementara 4.186 diantaranya merokok setelah kehamilan pertama.

Total dari 2,017 wanita diketahui terkena kanker payudara pada masa studi dilakukan.

Seorang wanita yang mengawali kegiatan merokok sebelum melahirkan pertama akan berisiko 21 persen terkena kanker payudara bila dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah merokok.

Hasil penelitian Dr Olson dipublikasikan melalui `the journal, Mayo Clinic Proceedings`.

Dr Olson memberikan penekanan bahwa hasil penelitian mereka tidak memberikan pengertian bahwa para wanita yang mulai merokok setelah melahirkan pertama akan masuk dalam kategori sehat.

Karena menurut Dr Olson, merokok bisa menyebabkan banyak masalah pada kesehatan dan sebaiknya dihindari.

sumber: JAKNEWS.COM— Jumat,16/12/2005

Baca Juga :

Posisi Seks Pria – 12 Posisi Seks Paling Disukai Pria

Adegan Porno Anak Di Bawah Umur

Anatomi Penis – Bentuk Alat Kelamin Pria – Gambar Penis

Letak G-Spot Pada Pria

Asia Carrera – Artis Film Porno Asia – Carera Asia

Artikel Seks konseling seksual

Artikel Seksual pria wanita

Artikel Seksual – Puluhan Artikel seks

Artikel Kesehatan Seksual Pria Wanita

Asia Carrera – Artis Film Porno Asia – Carera Asia