Beberapa zat yang terdapat pada krim pemutih antara lain adalah merkuri (Hg), zat warna berbahaya (Rhodamine B pewarna tekstil), cloquinol, dan vioform. Menurut dokter ahli kulit kandungan merkuri inorganic bisa menimbulkan keracunan bila digunakan untuk waktu lama.

Meskipun hanya dioleskan ke permukaan kulit, merkuri mudah diserap masuk ke dalam darah, masuk sistem saraf tubuh, sehingga menimbulkan keracunan kulit, serta gangguan sistem saraf, seperti tremor, insomnia, kepikunan, autis, gangguan penglihatan, gerakan tangan abnormal (ataxia), dan gangguan emosi.

“Apalagi, kandungan merkuri yang masuk dalam tubuh itu sangat sulit dibuang. Merkuri hanya bisa dibuang setelah selama 27 tahun mengendap di tubuh,” ujar Eddy, dokter spesialis kulit dan kelamin.

Selepas beberapa kandungan tersebut dilarang, para produsen penyamar kulit mulai mengaplikasikan kandungan baru yang dianggap lebih aman seperti AHA, hydroquinone, kojic acid, fennel, willow bark dan VCPMG dan tretinoin. Ada juga pemutih yang menggunakan zat glycolic acid, dan retinol. Namun, kandungan zat tersebut pun harus dibatasi jumlahnya. Dosis hydroquinone yang diizinkan saat ini misalnya, maksimal hanya 2%, sementara tretinoin lazimnya 0,05% untuk produk pemutih cair, dan 0,1% krim, dan 0,25% untuk gel.

Oleh karena itu, kita sebagai kostumer harus memperhatikan kandungan zat apa saja yang terdapat dalam kosmetik yang kita pakai.
Bagi wanita yang sudah terlahir dengan kulit kecoklatan, harus lebih bersyukur dibanding dengan yang berkulit merah. Kenapa begitu?
Dalam tubuh kita ada zat yang bernama melanin yang membuat kulit kita berwarna kecoklatan.

Melanin adalah pigmen yang dihasilkan oleh melanosit. Melanin mempunyai fungsi utama yaitu melindungi epidermis dan dermis dari bahaya radiasi ultraviolet.

Radiasi ini akan menggelapkan warna melanin dan mempengaruhi melanosit untuk mempercepat laju produksinya. Ini berarti bahwa kulit yang gelap banyak mengandung melanin sehingga lebih tahan terhadap radiasi ultraviolet, tetapi bukan berarti tahan terhadap radiasi ultraviolet. Jika radiasinya terlalu besar, kulit yang gelap juga bisa mengalami kerusakan.
Jadi, jika anda ingin kulit lebih putih, pakailah pakaian yang tertutup yang syar’i.
Sumber : Disini