Kanker Payudara ganas atau Karsinoma Payudara

Meski secara umum kanker payudara lebih banyak diderita oleh wanita namun ternyata kanker payudara bisa menyerang kaum pria. Menurut catatan klinik herbal Ning Harmanto, mencatat beberapa kasus kanker payudara yang diderita oleh para pria. Baik remaja maupun pria dewasa. Sebab-musababnya apa masih belum jelas hasil penelitiannya. Yang pasti siapapun yang divonis menderita kanker payudara akan merasa shock, sedih dan stress.

Solusi medis harus dengan pisau bedah atau operasi, namun kenyataannya operasi yang dilakukakan cara yang sangat canggih pun belum tentu langsung menyelesaikan masalah kanker. Proses penyembuhan pasca operasi juga memerlukan kesabaran dan daya juang untuksembuh yang tinggi.

Bagi wanita kanker payudara menempati tempat nomor dua karsinoma serviks uterus. Kurve insidens bergerak naik terus sejak usia 30 tahun. Angka tertinggi terdapat pada usia 45-66 tahun. Secara keseluruhan, risiko pada perempuan seumur hidupnya untuk berkembang kanker payudara adalah 1 berbanding 8 (SEER, 2001).

“…Penyebab kanker payudara belum dapat ditentukan, namun terdapat beberapa faktor risiko yang telah ditetapkan…”

Penyebab kanker payudara:

Penyebab kanker payudara belum dapat ditentukan, namun terdapat beberapa faktor risiko yang telah ditetapkan. Faktor penyebab yang terutama adalah keturunan/genetik. Selain itu juga faktor tidak menikah, tidak pernah hamil/melahirkan, abortus spontan sebelum kelahiran pertama, menarke (menstruasi pertama) di usia dini, menopause terlambat setelah 50 tahun, obesitas, terkenana radiasi.

Apabila sanak famili perempuan tingkat pertama (keluarga maternal atau paternal) menderita kanker payudara maka: 2-3 kali lebih besar keluarganya terkena kanker payudara. Bila ibu dan saudara perempuan atau 2 saudara perempuan terkena kanker payudara: 6 kali lebih besar terkena kanker payudara. Adanya kanker yang lain yaitu dengan kanker ovarium, risiko 3-4 kali lebih besar, dengan kanker endometrium,risiko 2 kali lebih besar, dengan kanker kolorektal, risiko 2 kali lebih besar.

Kanker payudara kebanyakan menyerang kelompok usia 40-70 tahun. Sebab-sebab keganasan masih belum jelas. Faktor resiko terjadinya kanker payudara antara lain adalah serangan virus, faktor lingkungan, faktor hormonal, dan faktor genetik. Keganasan (kanker) dapat dibedakan menjadi:

1.Penyakit Paget:

Adalah keganasan sepanjang ductus (saluran) pada puting yang berasal dari kanker intraductural bagian dalam yang bergerak menuju ke atas. Sel-sel paget menginvasi epidermis puting, menimbulkan krusta, dan tampak seperti eksim. Kanker yang terletak di bagian dalam mungkin tidak teraba.

2. Karsinoma inflamasi:

Adalah tumor yang tumbuh dengan cepat. Gejala-gejalanya mirip dengan infeksi payudara akut. Kulit menjadi merah, panas, edematosa dan nyeri. Karsinoma ini menginvasi kulit dan jaringan limfe. Karsinoma payudara bermetastasis dengan peyebaran langsung ke jaringan sekitarnya, dan juga melalui saluran limfe dan aliran darah.

“…Pasien biasanya datang dengan keluhan benjolan di payudara. Benjolan ganas yang kecil sukar dibedakan dengan benjolan tumor jinak…”

Pasien biasanya datang dengan keluhan benjolan di payudara. Benjolan ganas yang kecil sukar dibedakan dengan benjolan tumor jinak, tetapi kadang dapat diraba benjolan ganas yang melekat pada jaringan di sekitarnya. Bila tumor telah besar, perlekatan lebih jelas. Konsistensi kelainan ganas biasanya keras. Selain itu dapat juga terasa sakit, keluar cairan berupa darah dari puting susu, timbulnya kelainan kulit di daerah payudara seperti kulit jeruk, adanya eksim, retraksi puting (puting masuk ke dalam), pembesaran kelenjar getah bening atau tanda-tanda penyebaran kanker yang jauh.
Deteksi dan diagnosis kanker payudara:

  1. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI): untuk melihat adanya keadaan tidak normal pada payudara sendiri.
  2. Riwayat medis: Mencari tahu tentang riwayat penyakit sebelumnya, yang mungkin berhubungan dengan kondisi medis saat ini.
  3. Pemeriksaan fisik: Dapat berupa pemeriksaan visual (penglihatan), dapat pula berupa palpasi (perabaan)
  4. Mamografi: mamografi dapat mendeteksi massa yang terlalu kecil untuk dapat diraba, dan dapat memberikan dugaan ada tidaknya sifat keganasan dari massa yang teraba.
  5. Biopsi: merupakan pemeriksaan histopatologik (jaringan) yang dapat berupa eksisional (seluruh massa diangkat) atau insisional (sebagian massa dibuang). Analisa mikroskopik dari spesimen menyatakan ada atau tidaknya keganasan.

Gejala-gejala dari kanker payudara dapat berupa:

  1. Adanya benjolan di payudara
  2. Cairan yang keluar dari puting susu, atau bisa berupa cairan berdarah
  3. Adanya pelekatan atau lekukan pada kulit
  4. Rasa tidak enak atau tegang
  5. Pembengkakan, eritema atau nyeri.

“…Kanker membutuhkan waktu 7 tahun untuk bertumbuh dari sebuah sel tunggal sampai menjadi cukup besar untuk bisa teraba…”

Kanker membutuhkan waktu 7 tahun untuk bertumbuh dari sebuah sel tunggal sampai menjadi cukup besar untuk bisa teraba (kira-kira berdiameter 1 cm).

Kanker payudara dapat dibedakan menjadi beberapa stadium klinis sebagai berikut:

  1. Stadium I: diameter kurang dari 2 cm
  2. Stadium II: diameter 2-5 cm, atau tumor yang lebih kecil, dan secara klinis melibatkan kelenjar limfe aksila yang kecil dan dapat digerakkan.
  3. Stadium III A: tumor dengan diameter 5 cm dengan pembesaran kelenjar limfe aksila, melekat satu dengan yang lain atau pada jaringan yang berdekatan.
  4. Stadium III B: melibatkan kulit, terjadi edema, ulserasi, nodula satelit, melekat pada dinding dada, metastasis kelenjar limfe supraklavikular atau intraklavikular, edema lengan ipsilateral, kanker mengalami inflamasi.
  5. Stadium IV: sudah terjadi metastasis yang jauh

Solusi medis/umum:

Secara medis untuk memastikan apakah keluhan di payudara itu jenisnya hanya berupa bisul yang meradang, tumor atau kanker bisa di periksa melalui USG, mammografi, atau dibiopsi. Setelah ada kepastian pasien tinggal menentukan untuk minum obat yang berfungsi antibiotik, tindakan operasi atau kemotherapi.

“…Mengatasi radang, tumor atau kanker bisa memanfaatkan herbal Mahkota dewa, temu mangga, umbi daun dewa, sambioto, tapak liman, temu lawak, temu putih, pegagan, benalu teh/mangga, tapak dara dan lainnya…”

Solusi herbal:

Mengatasi radang, tumor atau kanker bisa memanfaatkan herbal Mahkota dewa, temu mangga, umbi daun dewa, sambioto, tapak liman, temu lawak, temu putih, pegagan, benalu teh/mangga, tapak dara dan lainnya.

Selain mengkonsumsi herbal dari pengalaman saya menangani kasus kanker sangat penting untuk mengikuti pantangan yang ditetapkan seperti makanan yang berlemak, makanan yang dibakar atau digoreng berulang-ulang (baca buku Mahkota dewa Panglima Penakluk kanker dan Menu aman dan sehat untuk penderita kanker karya Ning Harmanto).

Info artikel ini diambil dari buku Ibu Sehat dan Cantik dengan Herbal karya Ning Harmanto, dicetak oleh penerbit Elex Media Komputindo.

Vonis kanker payudara bukanlah akhir dari segalanya, dokter adalah manusia yang bisa mengatakan apa saja. Namun, tetap Allah lah penentu segalanya termasuk umur manusia! [adrian]

Sumber:

Blog Ningharmanto: Kanker Payudara, Serang Pria dan Wanita.