Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dalam bahasa Latin    berarti “anjing hutan”. Istilah ini    mulai dikenal sekitar     satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit,   berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian  kerap bengkak dan timbul  sariawan.    Penyakit   ini tidak hanya     menyerang kulit,    tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.

Ciri – ciri Lupus

  • Lupus dikatakan “Great Imitator” alias peniru ulung, atau juga disebut sebagai penyakit seribu wajah     karena menyerupai penyakit lain (mimikri).
  • Menyerang seluruh organ tubuh.
  • Hampir separuh pasien Lupus terserang organ vitalnya
  • Gejala Lupus mulai dari ringan sampai berat. Manusia membentuk antibody yang gunanya melindungi tubuh dari berbagai serangan virus, kuman, bakteri. Pada Lupus, produksi antibody yang seharusnya normal menjadi berlebihan. Dan antibody ini tidak lagi berfungsi untuk menyerang virus, kuman, bakteri yang ada di tubuh, tetapi justru menyerang sel dan jaringan tubuhnya sendiri.

Bagaimana Lupus Bekerja ?

Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibody yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan. Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat. Kelainan ini disebut autoimunitas. Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua  cara  yaitu :

Pertama, antibodi aneh ini bisa   langsung menyerang   jaringan  sel tubuh, seperti   pada sel-sel darah merah yang menyebabkan  selnya akan hancur. Inilah yang  mengakibatkan  penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.

Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan  antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan antibodi  dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh  darah   kapiler akan menimbulkan peradangan.

Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit)   Tetapi, dalam keadaan abnormal,  kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan   baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan  enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ  tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai  gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ  tubuh akan terganggu.

Penyebab Lupus

  • Faktor penyebab dan pengobatannya hingga kini belum diketahui dengan pasti.
  • Bukan penyakit yang disebabkan virus, kuman atau bakteri.
  • Bukan penyakit menular dan menurun.
  • · Keterlibatan genetik, hormon dan lingkungan diduga sebagai faktor penyebab Lupus.

Bagaimana Mengenali Lupus ?

  • Pengenalan dini sangat sulit.
  • Tidak ada gejala khusus pada orang-orang terkena Lupus (sesuai dengan organ tubuh yang terkena dan pemeriksaan labotarium penunjang).

Gejala Yang Terjadi

  • Sakit pada sendi/ tulang
  • Demam berkepanjangan/ panas tinggi bukan karena infeksi
  • Sering merasa cepat lelah, kelemahan berkepanjangan
  • Rusam pada kulit
  • Anemia (kurang darah)
  • Gangguan ginjal (kebocoran ginjal, protein banyak terbuang melalui urin).
  • Sakit dada bila menghirup nafas dalam.
  • Bercak merah pada wajah yang berbentuk seperti kupu-kupu (butterfly rush)
  • Sensitif terhadap sinar matahari
  • Rambut rontok
  • Ujung jari berwarna kebiruan/ pucat
  • Stroke
  • Penurunan berat badan
  • Sakit Kepala
  • Kejang
  • Sariawan yang hilang timbul
  • Keguguran

Apabila ada setidaknya empat gejala dari keseluruhan gejala tersebut, maka periksalah segera mungkin.

Bagaimana Lupus Didiagnosa ?

Satu hal yang perlu dikenali adalah sifat penyakit SLE yang dapat menyerupai penyakit lain, sehingga sering kali pasien datang pada dokter umum atau ahli yang beragam.
Umumnya,diagnosa ditemukan setelah dokter secara bertahap mempelajari riwayat kesehatan pasien dan menggabungkan berbagai keluhan itu. Setelah itu, menganalisis dari hasil pemeriksaan laboratorium dan beberapa kali pemeriksaan yang berhubungan dengan status kekebalannya. Sampai saat ini, belum ada pemeriksaan tunggal yang bisa digunakan untuk menentukan seseorang menderita Lupus atau tidak.

Lupus Menyerang Organ Vital
Dengan mudahnya Lupus dapat menyerang:

  • Ginjal
  • Jantung
  • Hati
  • Paru
  • Darah
  • Syaraf
  • Mata
  • Sendi
  • Kulit

Bagaimana Sehat bersama Lupus ?

  • Kontrol berkala ke dokter.
  • Minum obat teratur yang diberikan oleh dokter.
  • Membiasakan gaya hidup sehat yaitu memperhatikan keadaan fisik dan psikis, seperti:     berpikiran sehat, jiwa sehat, tubuh sehat, selalu berpikir positif, mengelola stress.
  • Nutrisi yang seimbang.
  • Cukup latihan/ olahraga dan istirahat.
  • Cegah kelelahan yang berlebihan.
  • Menghindari rokok, sinar matahari.
  • Hindari situasi atau keadaan yang membuat stress.
  • Dukungan psikososial dari lingkungan dan edukasi yang bersifat positif dan realistis juga merupakan salah satu kunci sukses pengobatan.

Dokter Pemerhati Lupus
Dokter pemerhati Lupus adalah dokter spesialis penyakit dalam konsultan, Hematologi, Rheumatology, Ginjal Hypertensi, Alergi Imunology

Informasi tentang Lupus
Yayasan Lupus Indonesia akan memberikan informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan penyakit Lupus ataupun rujukan dokter-dokter pemerhati Lupus.

Sumber : http://cempaka.info/?page_id=38

http://nusaindah.tripod.com/sle.htm

//