Ternyata, bertempat tinggal di lokasi yang dekat dengan kemacetan lalu lintas bisa menyebabkan penurunan tingkat kesuburan pada wanita.

Sebuah studi yang dilakukan pada ribuan pasien di Inggris menemukan, wanita yang secara teratur menghirup asap knalpot, kemungkinan untuk bisa hamil lebih kecil hingga 24 persen dibandingkan mereka yang tinggal di daerah kurang tercemar polusi.

Nitrogen dioksida, sebuah toksin yang dihasilkan knalpot mobil dan truk, pembangkit listrik dan kompor gas, berdampak negatif pada peluang wanita memiliki bayi.

Meskipun sebelumnya polusi udara dikaitkan dengan kelahiran prematur, berat lahir rendah dan cacat lahir, studi terbaru mengungkapkan racun itu juga dapat menghambat terjadinya kehamilan.

Para peneliti membandingkan tingkat keberhasilan pada 7.500 pasien dengan tingkat polusi di sekitar rumah pasien, tempat bekerja, dan klinik perawatan. Hasilnya, mereka menemukan bukti  konsisten yang menunjukkan makin tinggi tingkat nitrogen dioksida yang dihirup pasien, makin rendah tingkat kesuburan mereka.

Peneliti di Universitas Pennsylvania, AS, ini mengatakan ternyata polusi udara, seperti dari knalpot dan merokok, dapat merusak merusak sel telur atau memotong aliran darah ke rahim dan plasenta.

Penulis studi dr. Richard Legro mengatakan, “Terdapat hubungan signifikan antara polusi udara dan peningkatan pembekuan darah. Faktor ini juga berefek buruk pada kesehatan reproduksi.”

Jadi, menurut dr. Legro, jika Anda sedang menjalani program punya momongan, ada baiknya menjauhi polusi udara sebisa mungkin. Selain Anda akan mudah hamil, janin dalam kandungan juga akan lebih sehat.

By Lutfi Dwi Puji Astuti