Kista kadang tidak disadari kehadirannya oleh kita. Padahal setiap diri wanita mempunyai potensi untuk mempunyai kista. Hanya ada yang aktif dan ada yang tidak. Dalam tubuh wanita ada organ yang bernama ovarium (indung telur). Ovarium ada dua, kiri dan kanan. Besarnya sebesar biji kenari. Di dalamnya terdapat ribuan sel telur muda yang disebut follikel.

Setiap bulannya satu diantara follikel tersebut membesar dengan cepat dan menjadi sel telur yang matang. Pada peristiwa ovulasi, telur yang matang ini siap dibuahi dan bergerak ke rahim melalui saluran telur (tuba fallopi).

Jika tidak terjadi pembuahan follikel akan mengecil dan menghilang dalam 2-3 minggu dan terus berulang di setiap siklus haid seorang wanita. Jika ada gangguan pada proses ini maka akan terjadilah yang namanya KISTA.

Kista adalah kantung abnormal yang berisi cairan abnormal yang tumbuh di indung telur (ovarium) dan ujung-ujung saluran telur (fimbria). Ada juga kista yang tumbuh di kulit, paru-paru bahkan di otak.

Follikel adalah semacam kantung-kantung dalam ovarium yang berisi sel telur. Pada kasus kista, follikel di dalam ovarium hanya berjumlah sedikit. Sel telur di dalam follikel tidak matang, sehingga tidak bias masuk ke dalam ovarium. Bahkan dapat membentuk Kristal di dalam ovarium. Hal inilah yang menyebabkan seorang wanita tidak bisa bereproduksi. Follikel yang tidak matang dan tidak mampu menyalurkan sel telur menyebabkan rendahnya jumlah hormone stimulasi follicle (HSF) melebihi kandungan hormone androgen di dalam ovarium.

Seorang wanita menderita kista biasanya di usia 20-30 tahun. Pada wanita organ yang sering menjadi tempat kista adalah ovarium, tidak ada ketentuan ovarium kiri atau kanan. Selain di ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina, dan vulva (bagian luar alat kelamin wanita). Pada kebanyakan kasus, kista tidak memerlukan operasi.