Massachusetts, Wanita biasanya menyukai ruangan yang bersih dan harum sehingga sering menggunakan berbagai produk pembersih. Namun, sebuah studi memperingatkan bahwa beberapa produk pembersih bisa memicu dan meningkatkan kemungkinan menderita kanker payudara.

Peneliti menemukan bahwa beberapa produk penyegar dan pengharum ruangan semprot serta penghilang jamur dan pembersih kamar mandi adalah produk yang paling mungkin dapat meningkatkan peluang menderita kanker payudara pada wanita.

Studi ini adalah penelitian pertama yang berhubungan dengan produk pembersih, yang secara teratur digunakan jutaan orang. Di Inggris, dilaporkan ada 45.000 kasus baru kanker payudara yang didiagnosa setiap tahun dan terkait dengan produk pembersih.

Dilansir dari Dailymail, Senin (26/7/2010), peneliti menemukan bahwa orang yang rutin menggunakan penyegar dan pengharum ruangan semprot tertentu 20 persen lebih mungkin mengembangkan kanker payudara.

Tak hanya itu, pengharum ruangan padat bahkan memiliki kemungkinan kanker payudara dua kali lebih besar. Beberapa produk penghilang jamur juga dapat meningkatkan kemungkinan kanker payudara.

Penelitian yang dilakukan Silent Spring Institute di Massachusetts, yaitu sebuah organisasi yang fokus pada bahan kimia dan dampak kesehatan wanita, menemukan bahwa berbagai senyawa yang ditemukan pada orang yang sering menggunakan produk pembersih telah dikaitkan dengan kanker.

Pemicu kanker yang terdapat pada beberapa produk pengharum ruangan dan penghilang jamur adalah zat kimia tambahan yang dimasukkan guna membuat produk-produk tersebut memiliki bau yang lebih baik. Tapi peneliti belum dapat mengidentifikasikan zat berbahaya tersebut.

Namun, peneliti juga menambahkan bahwa pemicu kanker ini tidak selalu terdapat pada setiap produk pembersih. Hanya beberapa produk saja yang menambahkan zat kimia berbahaya ini.

“Konsumen perlu mendapatkan perlindungan dan harus dipastikan bahwa zat kimia yang terbukti dapat menyebabkan kanker dilarang digunakan dalam produk pembersih,” ujar Philip Malpass dari the UK Cleaning Products Industry Association.(mer/ir)

Senin, 26/07/2010 14:25 WIB

Merry Wahyuningsih – detikHealth

Sumber