Satu miskonsepsi umum terbesar mengenai susu adalah bahwa susu membantu mencegah osteoporosis. Oleh karena itu, jumlah kalsium dalam tubuh kita berkurang seiring dengan usia, kita diberi tahu untuk minum susu yang banyak untuk mencegah osteoporosis. Namun, ini adalah sebuah kesalahan besar. Minum susu terlalu banyak sebenarnya menyebabkan osteoporosis.

Pada umumnya dipercaya bahwa kalsium dalam susu lebih mudah diserap daripada kalsium dalam makanan – makanan lain seperti ikan kecil, tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar.

Secara definisi, susu merupakan sekresi dari kelenjar susu binatang yang menyusui anaknya dan salah satu sumber protein hewani yang memiliki daya cerna tinggi dan kaya akan protein, laktosa, mineral dan vitamin (Buckle dkk, 1987; Varnam and Sutherland, 1994). Secara kimia Susu merupakan suatu emulsi lemak dalam air yang di dalamnya terkandung gula, garam – garam mineral dan protein dalam bentuk suspensi koloidal (Varnam and Sutherland, 1994).

Komposisi utama susu adalah protein, lemak, dan laktosa (gula susu), yang merupakan pensuplai bahan pembangun untuk ternak muda, dan juga sebagai sumber energi dilengkapi dengan berbagai jenis nutrisi lain, seperti: mineral, vitamin dan bahan – bahan organik lainnya. Namun demikian, susu mempunyai kekurangan yaitu kandungan zat besi dan vitamin D rendah, dimana ternak muda akan sangat bergantung pada persediaan yang ia terima dari induk sejak kelahirannya.

Kadar kalsium dalam darah manusia biasanya terpatok pada 9 – 10 mg. Namun, saat minum susu, konsentrasi kalsium darah Anda tiba – tiba meningkat. Walaupun sepintas lalu hal ini mungkin terlihat seperti banyak kalsium yang terserap, peningkatan jumlah kalsium dalam darah ini memiliki sisi buruk. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah tiba – tiba meningkat, tubuh berusaha untuk mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine. Dengan kata lain, jika Anda mencoba minum susu dengan harapan untuk mendapatkan kalsium, hasilnya sunggu ironis, yaitu menurunnya jumlah kalsium dalam tubuh Anda secara keseluruhan. Dari empat negara susu besar – Amerika, Swedia, Denmark dan Finlandia – di negara yang banyak sekali mengkonsumsi susu setiap harinya ditemukan banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis.

Sebaliknya, ikan – ikan kecil dan rumput laut, yang selama berabad – abad dimakan bangsa Jepang dan pada awal dianggap rendah kalsium, mengandung kalsium terlalu cepat diserap yang meningkatkan jumlah konsentrasi kalsium dalam darah. Terlebih lagi, hampir tidak ada kasus osteoporosis di Jepang selama masa rakyat Jepang tidak minum susu. Bahkan sekarang, Anda tidak mendengar banyak orang menderita osteoporosis dari mereka yang tidak minum susu setiap harinya. Tubuh dapat menyerap kalsium dan mineral yang diperlukan melalui pencernaan udang kecil, ikan, dan rumput laut.

Sumber dengan penambahan by evialfadhl