Di dalam Al-Quran dan As-Sunnah banyak sekali keterangan-keterangan yang dijadikan oleh umat manusia untuk mengatur kehidupan dunia dan pola hidup, yang menjamin perawatan kesehatan dan kemuliaan mereka serta menempatkan posisi mereka yang sesuai dengan fitrah yang telah diciptakan oleh Allah.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abdullah bin Umar :

“Sesungguhnya tubuhmu mempunyai hak yang harus kamu penuhi” (Mutafaq ‘alaih)

Diantara hak tubuh adalah :

  • Memberinya makan jika lapar

  • Mengistirahatkannya bila letih

  • Membersihkannya bila kotor

  • Melindunginya dari segala yang menyakitinya

  • Menghindarkannya dari berbagai penyakit

  • Mengobatinya jika sakit

  • Tidak membebaninya dengan sesuatu diluar kemampuannya

Jika salah satu hak tubuh tidak ditunaikan atau di abaikan maka akan terjadi suatu kerusakan (gangguan) dan ketidakseimbangan dalam tubuh kita.

Islam telah mengatur semuanya dengan sempurna, menyertainya dengan pemeliharaan kesehatan tubuh yang menyeluruh. Tidak ada satu hal pun yang luput, baik perkara yang kecil maupun yang besar, melainkan hal itu sudah ada dalam Al-Quran dan Sunnah .

Makanan yang seimbang adalah makanan yang ideal, baik dari kualitas maupun kuantitas. Syariat Islam menganjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam dan seimbang yang memang dibutuhkan oleh tubuh.Sehingga seorang muslim akan tumbuh sehat dan seimbang.

“Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah” (HR. Muslim dan Ibnu Majah)

Tubuh manusia membutuhkan makanan yang seimbang yang mudah untuk dikonsumsi dan diserap, untuk menggantikan zat-zat yang hilang, menghilangkan rasa lapar, menjadikannya kuat untuk melakukan berbagai aktivitas dan meningkatkan system imun untuk melawan virus dan penyakit.

“Langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan, agar kalian jangan merusak keseimbangan itu, dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil, dan janganlah kalian mengurangi keseimbangan itu”

(QS. Ar-Rahman [55] : 7-9)

Dan dalam Islam pun diajarkan untuk tidak menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Sebagaimana firman-Nya:

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Allah, jika kalian hanya menyembah kepada-Nya” (Al-Baqarah [2] : 172)

Juga dalam hal makan, Islam mengajarkan untuk tidak berlebih-lebihan dalam hal makan dan tidak terlalu kikir sehingga hanya mengkonsumsi beberapa jenis makanan saja.

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan” (Al-A’raf [7] : 31)

Allah telah menyediakan bagi hamba-hamba-Nya berbagai jenis makanan. Allah telah menciptakan bagi manusia unta, sapi, domba dan kambing agar manusia dapat memakan dagingnya dan memanfaatkan bulu-bulunya sebagai penghangat.

“Hewan ternak telah diciptakan-Nya untuk kalian, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kalian makan” (An-Nahl [16] : 5)

Disisi lain ada kaum vegetarian, yang hanya memakan tumbuh-tumbuhan. Sekalipun kaya akan unsure-unsur penting akan tetapi manusia tetap membutuhkan protein (nabati dan hewani) yang bisa mendorong dan membantu metabolism tubuh.

Anemia biasanya akan di derita oleh vegetarian, karena cenderung kekurangan vitamin B12, zat besi, yodium, kalsium, seng dan vitamin D. yang semua unsure itu terdapat pada makanan hewani.

Disamping itu, Islam juga menyerukan pentingnya keseimbangan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Kami berikan kepada mereka  tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini” (ath-Thur [52] : 22)

“Buah-buahan apapun yang mereka pilih, dan daging burung apapun yang mereka inginkan” (al-Waqi’ah [56] : 20-21)

Makanlah dari apa-apa yang Allah sediakan bagi kita dan janganlah berlebih-lebihan sehingga kita memakan semua yang kita inginkan.

Daftar Pustaka :

  1. Pola Makan Rasulullah, Prof. Abdul Basith Muhammad as-Sayyid

  2. Thibbun Nabawi, Ibnul Qoyyim al-Jauziyah