Fenomena sihir dimasyarakat kita begitu kental. Bahkan ada yang merupakan sihir yang tidak disadari dan dijadikan hiburan. Sihir ternyata ada berbagai macam, tidak hanya satu. Dibawah ini beberapa macam sihir yang dikatakan oleh Abu Abdullah Ar-Razi menyebutkan bahwa ilmu sihir itu ada 8 macam :

  • Sihir orang-orang pendusta dan kaum Kasydani (yaitu mereka yang menyembah tujuh bintang yang beredar)

Mereka mempunyai keyakinan bahwa bintang-bintang tersebutlah yang mengatur alam ini, an bintang-bintang itulah yang mendatangkan kebaikan dan kejahatan.

  • Sihir yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki ilusi dan jiwa yang kuat

Ilusi memiliki peranan dalam sihir, Ar-Razi mengatakan, para Tabib sepakat melarang orang mimisan memandang sesuatu yang berwarna merah, dan orang yang ayan memandang cahaya yang menyilaukan atau sesuatu yang berputar. hal tersebut akan menciptakan ilusi, dan jiwa manusia diciptakan untuk tunduk kepada ilusi-ilusinya.

Adapun orang yang memiliki jiwa yang kuat, dapat memiliki tassaruf bil hal / indera yang keenam. Indera keenam dibagi menjadi dua;

  1. Jenis yang hak dan diakui syari’at. Pemilik menggunakannya untuk hal-hal yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Indera jenis ini merupakan anugrah dari Allah dan Karomah bagi orang-orang yang Sholih dikalangan umat ini. Jenis ini sama sekali bukan merupakan sihir menurut penilaian syara’.

  2. Jenis yang bertentangan dengan syari’at. Pemilik menggunakannya untuk hal-hal yang bathil, tidak melaksanakan perintah Allah dan Rasulnya, malah melakukan semua yang di larang oleh Allah dan Rasul-Nya. Mereka adalah golongan orang-orang yang celaka,karena telah menyimpang dari syari’at.

  • Termasuk ke dalam sihir adalah meminta bantuan kepada arwah/roh yang ada di bumi, yaitu makhluk Jin

Berbeda dengan pendapat  para ahli filsafat dan golongan Mu’tazillah; mereka berpendapat bahwa kaum Jin itu terbagi menjadi dua bagian, yaitu jin mukmin dan jin kafir (yakni syaiton).

Abu Abdullah Ar-Razi mengatakan, menghubungi arwah jenis ini lebih mudah ketimbang menghubungi arwah samawi,mengingat adanya kesamaan dan hubungan yang berdekatan antara keduanya. mereka melakukannya dengan cara membaca mantera, jampi-jampi, dupa dsb, untuk berhubungan dengan makhluk jin.

  • Termasuk dalam ilmu sihir adalah tipuan melalui ilusi (yang dibuat ilusionis), membalikkan pandangan mata, serta sulap

Mata terkadang keliru dan sibuk dengan sesuatu yang tertentu sehingga melupakan yang lainnya. Seorang pesulap yang cerdik kelihatannya melakukan sesuatu yang menakjubkan dalam penglihatan orang-orang yang menontonnya. Pesulap melakukan hal yang lain secepat kilat, sehingga tampaklah sesuatu yang berbeda dan penonton merasa takjub dengan perbuatan si pesulap.

Jika si pesulap diam dan tidak melakukan hal-hal yang memalingkan perhatian para penonton, serta jiwa dan ilusi para penonton tidak memperhatikan apa yang hendak diperbuatnya, maka penonton akan mengerti apa yang dilakukannya.

Abu Abdullah Ar-Razi mengatakan, setiap kali keadaan mendukung pengurangan pandangan mata secara baik, maka hasil sulap akan bertambah baik.

  • Termasuk perbuatan sihir adalah reaksi-reaksi ajaib yang timbul dari penyusunan berbagai macam alat yang disusun menurut bentuk handasah

Misalnya berbentuk seperti seorang yang menunggang kuda, sedangkan tangannya memegang sebuah genderang; apabila lewat suatu saat dari siang hari (satu jam), maka genderang itu dipukulnya tanpa ada seorangpun yang menyentuhnya. 

Termasuk dalam kategori ini adalah patung-patung yang dibuat oleh bangsa Romawi dan India. Hingga orang yang melihatnya tidak dapat membedakan antara patung dan manusia yang sesungguhnya, hingga mereka mampu membuatnya dalam rupa sedang tertawa dan sedang menangis.

Kemudian Abu Abdullah Ar-Razi mengatakan bahwa segi-segi ini termasuk kelembutan dari hal-hal yang bersandar kepada ilusi.

  • Termasuk perkara sihir adalah menggunakan sarana bantuan berupa obat-obatan, yakni dalam berbagai macam makanan dan minyak-minyakan

“Dalam kehidupan kita sehari-hari, berbagai macam tambahan dicampurkan kedalam makanan, sehingga membuat makanan tersebut menjadi lebih lezat. Hal ini tentunya secara tidak sadar dapat menyihir penikmatnya. Dalam wewangian juga demikian.”

Abu Abdullah Ar-Razi mengatakan, perlu diketahui bahwa sesungguhnya tiada jalan untuk mengingkari bahan-bahan yang khusus, mengingat pengaruh magnetis memang dapat disaksikan.

  • Termasuk ke dalam sihir adalah mempengaruhi hati orang lain

Misalnya seorang penyihir mengakui bahwa dirinya mengetahui Ismul A’zam. Bahwa jin tunduk serta taat kepadanya dalam berbagai hal; apabila propaganda itu di dengar oleh orang yang lemah akalnya dan tidak dewasa, niscaya ia menduga bahwa si penyihir itu benar, lalu hatinya bergantung kepadanya, dan terjadilah di dalam hatinya itu perasaan takut dan khawatir terhadap si penyihir. Jika telah ada rasa takut dalam hatinya, maka lemahlah kekuatan inderanya, maka pada saat itu si penyihir dapat menguasainya dan dapat melakukan apapun yang dikehendakinya.

Menurut kami jenis ini dikatakan tanbulah (hipnotis). Sesungguhnya jenis ini hanya dapat mengenai orang-orang yang lemah akalnya. Jika orang tersebut memiliki akal yang kuat, niscaya hal tersebut tidak akan mengenainya.

  • Termasuk kategori sihir juga adalah melakukan namimah dan adu domba dengan cara yang mudah lagi lembut, tidak kelihatan

Jenis ini telah dikenal dikalangan masyarakat. Namimah terbagi menjadi dua bagian;

  1. Mengadu domba diatara orang lain untuk memecah belah hati kaum mukminin. jenis ini harom menurut kesepakatan semuanya.

  2. Namimah dengan tujuan mendamaikan masalah diantara orang lain, untuk menyatukan dan merukunkan suara kaum muslimin, seperti dalam hadits; “Bukanlah pendusta orang yang melakukan namimah untuk kebaikan”. Atau dengan tujuan untuk menghina dan memecah belah diantara persatuan orang-orang kafir, maka hal ini merupakan perkara yang dianjurkan.

Demikianlah pembagian sihir dan penjelasannya serta tingkatannya secara global. Banyak hal diatas dikategorikan sihir karena hal-hal tersebut sulit diketahui penyebabnya dan sangat halus. Mengingat definisi sihir menurut istilah bahasa adalah sesuatu yang lembut dan samar penyebbabnya.

Allas Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-A’Rof : 116, yang artinya “Mereka menyulap mata orang-orang”

Artinya mereka menyembunyikan apa yang mereka lakukan dari mata orang banyak.

Sumber bacaan : Tafsir Ibnu Katsir Ad-Dimansyik Juz 1, Al-Fatihah & Al-Baqarah