Alkisah, Dian sang peternak lebah sedang memindahkan kotak-kotak lebah ke dalam hutan tanpa dia sadari seekor kalajengking hutan menhadangnya dan tiba-tiba sengatnya yang beracun menghujam kakinya.

Dia sempat panik karena pernah mengalami hal yang sama di lain waktu, yang membuat tubuhnya terasa terbakar. Tanpa berfikir panjang lagi, dia letakkan kotak lebah dan mengambil lebah untuk disengatkan disekitar kakinya yang tersengat kalajengking. Dia berfikir racun dilawan racun, siapa tahu malah sembuh. Ajaibnya  racun sengatan kalajengking tidak merambat kemana-mana hanya disekitar sengatan lebah…. Inilah sebagian kisah suka duka peternak lebah (binaapiari.com) ketika berhadapan dengan ganasnya alam.

Racun yang menyembuhkan, mungkin itu ungkapan yang tepat bagi sengatan lebah. Sejak zaman dahulu racun lebah sudah terbukti kemanjuranya dalam mengatasi rematik, asam urat (encok,gout,pirai), pegal-pegal, sklerosis multiple (penyakit sistem syaraf otak) dan penyakit-penyakit lainnya.

Lembaran papirus di tahun 200SM di mesir mencatat racun lebah atau lebah mati digosokkan pada bagian tubuh yang sakit untuk meredakan nyeri. Penggunaanya kemudian meluas ke Babilonia, Asiria, yunani dan Romawi. Read more…